Pribadi yang labil tumbuh dalam jiwa Inong karena pecahnya keluarga yg menghangatkannya. Tepatnya ketika ia akan ujian bangku sekolah dasar. Perih, pedih, bingung, dan macam2 rasa berkecamuk kala itu. Mengapa ini harus terjadi...cuma itu yang ia bisa katakan itupun hanya dalam hatinya. Menangis, menjerit..
Hidup harus terus berjalan, Inong mulai mengerti ia harus tinggal dengan ayahnya karena kondisi ibu yg tiada kuasa untuk dapat membiayai sekolah. Walau kadang ia suka madol utk bablas ke rumah ibu...melepas rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar